Selasa, 20 Mei 2014




Memahami Antara Electra Complex dan Electra Complex


Electra Complex adalah istilah psikoanalisis yang digunakan untuk menggambarkan perasaan romantis seorang gadis terhadap ayahnya dan marah terhadap ibunya. Seperti halnya Electra complex, pada laki-laki juga terjadi Oedipus Complex .
Menurut Sigmund Freud, perkembangan psikoseksual seorang anak perempuan pada awalnya melekat pada ibunya. Ketika ia menemukan bahwa ia tidak memiliki penis, ia menjadi melekat pada ayahnya dan mulai membenci ibunya, yang menganggap ibunya telah melakukan “pengebirian dirinya”. Freud percaya bahwa seorang anak perempuan kemudian mulai mengidentifikasi dan meniru ibunya karena takut kehilangan cinta ayahnya.
Istilah Electra Kompleks memang sering dikaitkan dengan Freud, namun sebenarnya Carl Jung telah menciptakan istilah ini pada tahun 1913. Freud sendiri menolak istilah tersebut, karena menggambarkan penyederhanaan upaya untuk memahami analogi antara sikap dari dua jenis kelamin. Freud sendiri menggunakan istilah Oedipus sebagai sebuah sikap feminin untuk menggambarkan apa yang sekarang kita sebut sebagai Electra complex [Kompleks Electra].
Oedipal Complex [kompleks Oedipus]
Oedipal Complex [kompleks Oedipus] merupakan suatu istilah yang digunakan oleh Freud dalam teorinya tentang tahap perkembangan psikoseksual untuk menggambarkan perasaan seorang anak laki-laki yang mencintai untuk ibunya, disertai rasa cemburu dan kemarahan terhadap ayahnya. Menurut Freud, anak laki-laki itu ingin memiliki ibunya dan menggantikan ayahnya, yang ia dilihat sebagai pesaing untuk mendapatkan kasih sayang ibunya. Oedipal Complex terinspirasi dari karakter di Sophocles [cerita kuno yunani] dimana ‘Oedipus Rex yang secara tidak sengaja membunuh ayahnya dan menikahi ibunya’.
Electra complex [Kompleks Electra] adalah istilah psikoanalisis yang digunakan untuk menggambarkan perasaan romantis seorang gadis terhadap ayahnya dan marah terhadap ibunya. Electra complex [Kompleks Electra] seperti halnya dengan Oedipal Complex [Kompleks Oedipus] pada laki-laki.
Menurut Sigmund Freud, perkembangan psikoseksual seorang anak perempuan pada awalnya melekat pada ibunya. Ketika ia menemukan bahwa ia tidak memiliki penis, ia menjadi melekat pada ayahnya dan mulai membenci ibunya, yang menganggap ibunya telah melakukan “pengebirian dirinya”. Freud percaya bahwa seorang anak perempuan kemudian mulai mengidentifikasi dan meniru ibunya karena takut kehilangan cinta ayahnya.
Istilah Electra Kompleks memang sering dikaitkan dengan Freud, namun sebenarnya Carl Jung telah menciptakan istilah ini pada tahun 1913. Freud sendiri menolak istilah tersebut, karena menggambarkan penyederhanaan upaya untuk memahami analogi antara sikap dari dua jenis kelamin. Freud sendiri menggunakan istilah Oedipus sebagai sebuah sikap feminin untuk menggambarkan apa yang sekarang kita sebut sebagai Electra complex [Kompleks Electra].
Oedipal Complex [kompleks Oedipus]
Oedipal Complex [kompleks Oedipus] merupakan suatu istilah yang digunakan oleh Freud dalam teorinya tentang tahap perkembangan psikoseksual untuk menggambarkan perasaan seorang anak laki-laki yang mencintai untuk ibunya, disertai rasa cemburu dan kemarahan terhadap ayahnya. Menurut Freud, anak laki-laki itu ingin memiliki ibunya dan menggantikan ayahnya, yang ia dilihat sebagai pesaing untuk mendapatkan kasih sayang ibunya. Oedipal Complex terinspirasi dari karakter di Sophocles [cerita kuno yunani] dimana ‘Oedipus Rex yang secara tidak sengaja membunuh ayahnya dan menikahi ibunya’.

Sabtu, 19 April 2014

cerpen

 "Penyesalanku"

aku bingung apa sebenarnya cinta itu, tapi saat aku telah menemukan cintaku bukan cnta  yang seperti dikatakan orang-orang yang ku rasakan hnya sakit dan penyesalan hingga kini menyiksaku.

 sebut saja namaku Sil, aku mahasiswa disalah satu universitas ternama di kotaku. aku mempunyai seorang sahabat tapi dia bukan hanya sebatas sahabat denganku dia sudah aku anggap kakaku namanya Dhesy, meski satu angkatan namun dia lebih tua dariku. 

***

kisahku berawal dari perkenalanku dengan andi yang merupakan mahasiswa pindahan dari belanda. andi orangnya ramah ngak sombong makanya banyak cewek-cewek yang suka sama andi yaa... termaksud sahabat aku dhesy. tapi sayang aku nggak tertarik sama dia hanya anggap biasa aja.

"aduuhh des tugasku ketinggalan di perpus!" 

"sil sil kamu selalu saja gini apa-apa di lupa"

"aduuhh gmn dong? kamu tau kan pak rahmat itu dosen kiler dan tugsnya harus dikumpul pagi ini"

ditengah kecemasan yang aku alami, tiba-tiba terdengar suara yang masi asing di telinggaku, andi yah itu andi yang memanggilku.

"ini buku kamu"

"maksih yah"

"iyaa sama-sama, tapi aku boleh tau nama kamu?"

"iyaa, namaku sil, kamu andi kan?"

"loh kok tau?"

"hmmmm gitu yah skarang udah punya kenalan baru lupa yang lama?" sindir dhesy yang merasa tak dihiraukan.

"iyaa maaf,, hmm andi aku masuk kelas dulu yah.."

perkenalanku dengan andi tidak hanya berakhir di depan kelas saja, aku dan andi sering smsn dan telfonan meski hanya bahas itu-itu saja aku merasa nyaman dekat dia.. apakah itu yang di sebut cinta? gumamku dalam hati. hmm aku nggak tau perasaan apa sebenarnya yang aku rasakan. 

tiba suatu malam tepat ulang tahun risma teman kami saat waktu pulang aku nggak tau harus ikut sama siapa, dhesy harus buru-buru pulang karena harus mengantarkan adiknya ke RS.

"hy sil, kok sendiri pulang bareng yuk.. "

"hy jg an, iyaa aku ikut kamu"

dalam mobil hanya ada aku andi, jantungku mulai berdetak kencang aku semakin tak mengerti apa sebenarnya yang aku rasakan. didalam lamunanku aku terus mengkhayal yang aku sendiri tak mengerti. kemudian mobil andi tiba-tiba berhenti.

"an kita diman?"

"kita di tempat yang bersejarah dalam ingatanku dan kamu"

aku bingung apa maksud andi, jari-jariku semakin terasa hangat dalam gengamannya. andi mengajakku keluar dari dalam mobil sambil menutup mataku dengan kedua telapak tanganya.

"coba buka matamu" sambil melepaskan kedua telapak tanganya

"waw.. an indah banget.. dan ini apa?"

"coba kamu buka kado itu"

aku mulai membuka kado pemberian andi, wahh aku kaget aku nggak nyangka andi secepat ini memberikan aku cincin.
"kamu suka cincin itu". sambil meramas kedua jemariku
"sil ini mungkin terlalu cepat aku memberikanmu cincin tapi inilah aku, aku sudah lama ingin mengungkapkan perasaanku sama kamu. apa kamu mau menjadi ibu dari anak-anakku nannti?"

aku nggak tau harus jawab apa, aku hnya menganggukkn kepala yang menandakan aku menerima andi menjadi pacar dan calon dari anak-anakku nannti

hari terus berjalan hubunganku dan andi terus berjalan dengan indah dia selalu ada disaat aku suka ataupun senang aku sangat bahagia punya andi. hingga pada saat malam itu aku berlibur bersama andi di puncak. tiba-tiba kamar tidurku bocor air hujan terasa jelas jatuh membasahi pipiku. 

"sayang sayang" teriakku

"iyaa kenapa sayang?

"genteng kamarku bocor sayang, mana aku udah ngantuk banget,"

"ya udah kamu tidur dikamarku aja, aku nannti tidur di lantai"

aku dan andi masuk kedalam kamar, tiba-tiba lampu mati. aku sangat ketakutan, aku memeluk andi tak perna melepaskan andi.. entah setan apa yang merasuki aku dan andi hingga malam itu aku dan andi melakukan hubungan yang terlarang.

keesokan harinya aku terus diam saat melihat andi, dia mungkin mengerti apa yang ku rasakan dia memelukku dan mengatakan dia tak akan meninggalkanku dan salalu bersamaku selamanya. aku tidak meragukan andi.

sejak saat itu aku takut andi berada jauh dariku, aku tajuk kehilangan dia, tapi keraguanku terhadap andi hilang kerena dia selalu ada di hidupku.

hingga samapi suatu hari dia tak memberiku kabar sedikitpun sehari dua hari sampai seminggu dia tak memberiku kabar. taoi aku selalu berpikir positif mungkin andi lagi sibuk karena kabar terakhirnya kalu dia bentu ayahnya. dua sampai sebulan andi tak memberikanku kabar, entah apa yang terjadi pada andi pikiranku mulai campur aduk.

apa yang terjadi pada andi, apa dia sengaja ninggalin aku? hanya kata-kata itu yang sellu ada dalam benakku.
tiba-tiba dhesy datang tanpa salam sambil memelukku

"kenapa dhes?"

"kamu sudah dengar kabar? apa andi menelfonmu?

aku makin tak mengerti, apa yang terjadi. kemudian dhesy memberikan aku sepucuk surat yah dari andi tampak jelas tulisa nama andi. hatiku bercampur senang karena andi memberikan kabar meski hanya lewat surat tpi hatiku gelisah kerena dhesy menangis memelukku.

dear silla

aku minta maaf, hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan.

aku laki-laki yang tidak punya tanggung jawab padamu.

maafkan aku sil aku tak bisa menolak kemauan orang tuaku

hari ini aku akan menikah dengan pilihan orang tuaku.

maafkan aku maafkan aku....

  

membaca surat andi,, hatiku kacau.. hanya penyesalan yang aku rasakan menyesal dan menyesal..........